Laman

Jumat, 06 April 2012

Double Twins (Part 4)

DOUBLE TWINS
PART – 4

Author           : Masyalia Hasna
Cast                : Song hye jin & song hye ra. Jo kwang min & Jo  
                          young min.
Categories    : Friendship, Romance.
Type               : Chaptered



Youngmin P.O.V

            Aku menatap kosong tv yang sedari tadi kunyalakan. Aku memikirkan kejadian makan malam tadi. Sesekali sebuah senyuman melintas di bibir ku dan tertawa kecil. Entah, aku merasa sudah seperti orang gila hahaha.

            Brak!!!


Aku membangkitkan tubuhku dan berdiri untuk memastikan siapa yang membanting pintu malam – malam. Aku berjalan perlahan kearah pintu dengan penuh rasa penasaran.
Tiba – tiba saja sesosok pria memakai sweater berwarna abu – abu berjalan dengan langkah yang amat cepat menghampiriku. Sejenak ia menatapku dan kembali berjalan menuju ruangan kamar. Ya, pria itu adalah Kwangmin.


Kwangmin P.O.V

            Aku melepas sweater dan syal yang sedari tadi kupakai dan ku gantungkan pada gantungan baju yang terdapat didekat pintu kamar. Sejenak aku menatap jas sekolah yang ku gantungkan disana. Kuperhatikan sebuah dasi yang masih menggantung disampingnya. Kusentuh lembut dasi merah tersebut. Sampai detik inipun aku tidak pernah lupa dengan dasi yang pernah ada kaitannya dengan wanita itu. Masih kuingat senyuman manisnya yang pernah ia lontarkan kepadaku serta tatapan matanya yang indah menatap kedua bola mataku. Tapi sepertinya kebahagiaan yang ku rasakan saat itu hanya berlangsung saat itu saja. Bukan untuk selamanya. Walaupun agak sesak melihatnya dengan orang lain, tapi bagiku melihatnya bahagia saja sudah cukup. Setidaknya aku tidak melihatnya tersakiti.


Disekolah

Hye Ra P.O.V
            Aku membuka kotak makan berwarna biru yang dibawakan eomma tadi pagi. Aku mengunyah suapan makanan yang masuk kedalam mulut ku perlahan. Sambil menatap kosong meja kantin sekolah, aku memikirkan kejadian semalam. Ya, aku memang menyukainya, oh tidak bahkan menyayanginya. Tapi kenapa kata-kata tersebut terlontar begitu saja dari mulutku. Sedangkan aku sendiri tau bahwa…………..
            DARRR!!
            Sebuah hentakan keras mendarat tepat di pundakku disertai sebuah tawaan yang amat puas. Aku menoleh. Lagi – lagi si bocah Young min.
            “Ya! Apa yang kau lakukan hah??” ujarku sedikit membentak sambil memegang dada yang berisi sebuah detakan jantung yang sangat cepat.
            “hehehe mianhe” senyum tak berdosa itu melintas di bibirnya. Oh Tuhan!-_-
            Aku menghembuskan nafas. “Hhhh~ baiklah”. Setelah itu aku kembali ke posisi semula sambil mengantarkan sendok biru tersebut kedalam mulutku.
            “Eh tunggu!” ujarnya tiba – tiba.  Aku menaruh kembali sendok yang tinggal beberapa senti lagi masuk kedalam mulutku.
            “Ada apa lagi?” ujarku malas.
            Ia mengambil sendok yang dipegang oleh tangan kananku dan mengantarnya menuju ke mulut ku.
            “Buka mulutmu Song Hye Ra~ Aaaaaa” ujarnya dengan tingkah kekanak – kanakan. Aku mengerutkan jidatku. “Apa yang kau lakukan?”.
            “Aku ingin menyuapi mu, satu suapaan saja ayolah” ujarnya memaksa dan terus bersikeras ingin memasukkan sendok itu kedalam mulutku.
            “hhh oke. Aaaaa” aku membuka mulut.
            “Anak pintar!” ujar Youngmin sambil mengacak ngacak rambutku. Aku hanya tersenyum penuh paksa.
            “Tunggu, ada nasi!” ujarnya sambil menyingkirkan nasi yang tersisa dipinggir bibirku menggunakan ibu jari nya.
            Deg!. Jantungku seolah berhenti tiba – tiba. Aku menatapnya dan dia hanya tersenyum kepadaku.

Dikelas
           
            Aku memutar mutar pensil yang kupegang sambil menatap kosong meja belajar. Aku benar – benar menyukai Young min, sangat menyukainya. Tapi entah kenapa aku tidak ingin lebih dengannya. Karna aku tau......Hye Jin menyukainya.

Sepulang sekolah

            Aku berjalan menunduk dari  pintu kelas. Tiba – tiba aku mendengar suara petikan gitar yang perlahan menjadi alunan musik. Aku mengangkat kepalaku. Ternyata banyak orang yang berdiri disekitarku dan memberi jalan padaku. Apa maksudnya ini?.
            Aku terus berjalan mengikuti arah suara tersebut. Tiba – tiba seseorang menyanyikan sebuah lagu.
            Aku menatapnya. Seolah hanya kami berdua yang berada dalam lingkaran orang – orang tersebut.
            Aku memerhatikan matanya yang menatap kearah kunci pada gitar dan sesekali memejamkan matanya. Ekspresi wajahnya, seolah menggambarkan ketulusan yang sangat dalam dan dituangkannya dalam sebuah alunan musik yang ia mainkan.
            Tanpa disadari, air mataku menetes perlahan. Aku mengusap mataku dan kembali menatapnya.
            Jauh didalam hatiku, aku berkata bahwa aku benar – benar menyayanginya, sangat menyayanginya lebih dari yang ia kira. Tapi seolah ada bisikkan yang berkata bahwa “Jangan menyukainya”.
            Di akhir sebuah lagunya. Laki – laki tersebut membuka matanya dan menghampiriku. Sambil memberikan seikat bunga mawar berwarna merah jambu yang dihias cantik menggunakan pita, ia melontarkan sebuah ucapan singkat, namun membuatku tidak bisa berkutik sama sekali.
            “Would you be my girlfriend?”.
            Aku menatapnya dengan airmata yang masih membekas di sudut mataku. Ia menghapus airmataku. Kemudian ia berkata lagi “Apa jawabanmu?”.
            Pertanyaannya itu diikuti sorakan yang sangat meriah dari orang – orang disekitar kami. Aku hanya terdiam.
            Sebuah senyuman melintas di bibirku. Dan ketika aku hendak mengucapkan sesuatu, mataku beralih pada sesosok wanita yang berada tidak jauh dari belakang Youngmin. Senyumku sirna. Wanita tersebut menatap kami berdua dengan matanya yang sudah dipenuhi airmata dan pipinya yang basah. Ia membalikkan badannya dan menerobos puluhan orang yang menonton kami. Ia berlari sambil menutupi hidung dan bibirnya.

Flashback

Hye Jin P.O.V
            Sepulang sekolah, aku berjalan menuju aula untuk bertemu Hye Ra supaya kami dapat pulang bersama. Tiba – tiba langkahku terhenti melihat puluhan orang yang berkumpul disana. Aku mendengar suara alunan musik dan petikan gitar. Aku mendengar seperti seseorang sedang bernyanyi. Aku seperti mengenali suara ini. Ya, ini adalah suara Young Min.
            Aku berjalan mengikuti arah datangnya suara tersebut. Jantungku berdetak sangat cepat. Aku menerobos orang - orang tersebut agar aku dapat melihat apa yang sedang Young Min lakukan ditengah keramaian seperti ini.
            Aku mengangkat kepalaku dan melihat seorang namja yang duduk disebuah kursi sambil memainkan gitarnya. Ekspresi didalam wajahnya benar – benar menggambarkan perasaannya. Seketika sebuah senyuman melintas diwajahku. Aku menundukkan kepalaku. Tiba – tiba musik tersebut berhenti dan kudengar ia berkata “Would you be my girlfriend?”.
            Seketika aku merasa seperti jantungku berhenti berdetak. Aku mengangkat kepalaku. Dan ternyata Hye Ra sedang berdiri dihadapannya. Senyumku perlahan menghilang dan digantikan oleh sebuah tetesan air mata yang tidak bisa kutahan. Benar – benar sesak sekali rasanya. Air mata ini tidak bisa berhenti menetes. Sakit. Benar – benar sakit.

Flashback End

Hye Ra P.O.V
            Wanita itu berlari menerobos orang – orang yang berada disana. Aku mengambil langkahku untuk mengejar wanita tersebut, namun langkahku dihentikan oleh seorang namja berwajah mirip Youngmin, namun berambut hitam. Laki – laki itu menatapku.
            “Apa ini yang ingin kau lakukan? Kau menyukai Youngmin bukan?? Kenapa kau tidak kembali padanya?” ujarnya.
            Aku menatapnya lagi. “Ya, aku memang menyukainya, tapi aku tidak ingin Hye Jin tersakiti karena ini, aku tau........dia menyukai Youngmin juga” ujarku sambil meneteskan airmata lagi.
            “Apa kau bahagia dengan Youngmin? Aku pun menyukaimu, Song Hye Ra. Tapi……….jika kau merasa bahagia dengan Youngmin, aku membiarkanmu pergi. Asalkan kau bahagia. Tapi jika kau disakiti, aku tidak akan main – main. Kembalilah padanya dan katakanlah “aku menyukamu juga” dan jangan membohongi perasaanmu sendiri”.
            Aku menatapnya penuh airmata yang terus menetes. Diikuti sebuah sentuhan di pundakku dari belakang, dan menarik tanganku hingga aku jatuh dalam pelukannya. Aku membuka mataku. Pria itu adalah Youngmin. Ia memegang kedua pipiku sambil mendekatkan wajahnya padaku.
 “Mianhae Song Hye Ra, maaf aku mengutarakan perasaanku disaat yang tidak tepat. Tapi aku berjanji aku akan menunggumu sampai saat itu benar – benar tiba. Saranghae, Song Hye Ra” kemudian ia kembali memelukku dengan erat.





To Be Continued
           



Sabtu, 04 Februari 2012

Double Twins (Part 3)

DOUBLE TWINS
PART – 3

Author           : Masyalia Hasna
Cast                : Song hye jin & song hye ra. Jo kwang min & Jo  
                          young min.
Categories    : Friendship, Romance.
Type               : Chaptered


            Hye Ra P.O.V
Aku menghempaskan tubuhku di kasur bermotif-pink dan berbunga milikku. Ku tatap langit-langit kamarku sambil menghembuskan nafas. Kata-kata tadi terus terngiang dalam pikiranku. Sungguh, sedari tadi youngmin benar-benar tidak bisa keluar dari otakku. Ah, apa mungkin….

Flashback

(Di taman sekolah)

            Youngmin P.O.V

Aku menggigit bibirku lalu menunduk. Sungguh, aku tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang. Mengapa kwangmin berkata begitu didepan Hye Ra? Oh Tuhan tolong aku…
“Ya~ Youngmin-ah ayo jawab, benarkah kau menyukaiku?” Tanya Hye Ra lagi, tapi dengan nada yang lebih pelan.
Aku membalikkan badanku dan pergi meninggalkan mereka berdua sambil membawa Hye jin, karena aku tau Hye Jin juga nantinya akan mengikutiku. Aku benar – benar tidak bisa membayangkan keadaannya nanti kalau aku masih berada di sana.
Aku menulusuri kembali jalan setapak taman ini.
“Youngmin-ah, sampai kapan mau berjalan? Ikut aku kesana yuk!” ajak Hye Jin sembari menggenggam tangan ku dan berjalan kearah bangku yang berada di bawah pohon rindang. Aku mengikutinya.
            “Coba sekarang ceritakan padaku tentang kejadian tadi. Apa benar kau menyukai Hye Ra?” tanya Hye Jin tiba-tiba.
            Aku menatapnya dan terdiam.
            “Cepat katakan!” bentak Hye Jin.
            “Ya, benar aku menyukainya. Mengapa?”
            “.....”

            Flashback end

            Hye Jin P.O.V
            BRAK!!!
            Aku membanting pintu kamarku-dengan-Hye Ra sekencang mungkin. Air mata ku menetes membasahi kedua pipi ku. Dengan mata yang sembab dan air mata yang bercucuran, aku menghempaskan badanku di tempat tidur-berwarna-ungu milikku. Aku melampiaskan semua emosiku didalam bantal ungu milikku itu.

            Hye Ra P.O.V

BRAK!!!
            Suara bantingan pintu tersebut menyadarkan ku dari lamunan ku. Aku membangkitkan badanku untuk memastikan siapa yang membanting pintu tersebut.
            Hye Jin.
            Dengan kedua pipinya yang basah dan matanya yang sembab, ia menghempaskan dirinya ke tempat tidur miliknya yang berada di sebelah kiri tempat tidurku.
            “Hye Jin-ah, kau kenapa?” Tanya ku dengan nada yang lembut. Entah kenapa sikapnya hari ini sangat aneh. Biasanya dia pulang sekolah dengan membawakan eskrim untukku untuk dimakan bersama.
            Pertanyaanku tadi hanya dibalas oleh isakan tangis Hye Ra. Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Aku memutuskan untuk membiarkannya sampai ia benar – benar baikan.

Drrrrt…drrrttt
Aku menolehkan kepalaku kearah handphone yang kuletakkan diatas meja kecil disamping tempat tidur. Kuraih handphone ku dan melihat isi pesannya.

Bagaimana dengan makan malam bersama? Ku tunggu kau di cafe taman dekat rumahmu.
Kwangmin.

            Apa?? Makan malam bersama??. Astaga. Kami baru berkenalan tadi dan ia sudah berani mengajakku makan malam?. Aku menolehkan kepala sejenak kearah Hye Jin.
            Ia tertidur.
            Kuurungkan niatku untuk menyuruh Hye Jin untuk menggantikanku. Ya, kalaupun Hye Jin yang datang, Kwangmin tidak akan tau itu aku atau bukan. Muka kami hampir tidak bisa dibedakan.
            Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk datang makan malam bersama kwangmin. Yah, walaupun tadinya aku tidak mau.

            Youngmin P.O.V

            Aku berjalan lesu dari pintu rumah menuju kamar setelah berteriak “Aku pulang!” tadi. Kubuka dasi seragamku dan melemparnya sembarangan dan kemudian membuka pintu kamar perlahan.
            Aku mengangkat sedikit kepalaku yang sedari tadi menunduk. Kulihat seorang pria yang sedang duduk termenung disamping tempat tidur. Kwangmin. Wajahku tambah lesu sehabis melihatnya.
            Aku melempar tas-gendong-biru milikku sembarangan dan membanting badanku di kasur. Aku menghela nafas.
            Aku terdiam. Sesekali aku menolehkan kepala kearah kwangmin, tapi ia tetap terdiam. Entahlah, aku juga sedang malas untuk bicara dengannya.

            Kwangmin P.O.V
            Aku menundukkan kepalaku dan duduk termenung ditepi tempat tidur. Aku memikirkan hal tadi. Benar – benar kata tadi itu terlontar begitu saja dari mulutku. Mengapa aku bertindak bodoh seperti ini?. Bisa – bisa nya aku membocorkan rahasia Youngmin didepan orang yang disukainya. Bodoh!!
            Kalau begini ceritanya, Youngmin dan Hye Ra bakalan jadi canggung. Hye Ra nggak akan mungkin mau ngomong lagi sama Youngmin. Kalau begitu aku harus……..
            Ah!
            Tiba – tiba saja ide ini terlewat di pikiran ku.
            “Ya! Youngmin-ah, ganti bajumu dan bersiap – siap, aku ingin mengajakmu makan malam di cafe dekat taman, aku tunggu kau disana, aku sudah sangat lapar, ibu dan ayah belum pulang. Aku duluan ya. Jangan lupa datang! Kalau sampai lupa, akan kuhabisi kau besok.. hahahaha”
Ini benar – benar ide yang bagus.
Senyuman jahilku melintas di bibirku. Ku raih handphone ku dan kuambil handphone Youngmin secara diam – diam. Ya, karna handphone Youngmin ada dua dan yang satu tergeletak begitu saja disamping meja belajarku. Aku berpura – pura mengambil jas ku dan berjalan keluar kamar. Aku menuju ke tempat yang agak sepi dan membuka handphone Youngmin.
            “Pasti dia punya nomor telfon Hye Ra” batinku. Dan…yap! Dugaanku benar. Ku salin nomor telfon Hye Ra ke handphone ku dan kukirimkan sebuah pesan kepada Hye Ra.

            Di taman

            Hye Ra P.O.V
           
            Aku duduk termenung di salah satu bangku kafe taman ini sambil menikmati cheesecake yang tadi kupesan. Aku menunggu kedatangan kwang min sedari tadi, kenapa ia tiba – tiba mengirim pesan dan mengajak makan malam? Entahlah, yang pasti firasatku jadi tak enak.

            Young Min P.O.V
            Aku berjalan kaki dari rumah menuju ke kafe taman, ya karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Aku sempat berfikir mengapa kwang min mengajakku makan malam diluar dan bisa – bisanya dia meninggalkan ku. Firasatku benar – benar mengatakan ada kejadian yang buruk malam ini atau apa, entahlah.
            Akhirnya aku tiba di kafe taman, aku berjalan mencari sosok kwang min yang menjanjikan datang ke tempat sepi macam ini. Entah kenapa kafe ini jadi sedikit pengunjungnya.
            Ditengah – tengah pencarianku, mataku tertuju pada sesosok wanita yang duduk sendirian sambil melahap cheesecake nya. Aku seperti mengenal wanita itu. Aku berjalan menghampirinya, entah kenapa aku merasa seperti terpanggil olehnya.
            Semakin dekat diriku kearah tempat duduknya, semakin sadar pula aku bahwa wanita itu adalah...Hye Ra! Astaga!.
            “Hye...Ra?? Apa yang kau lakukan malam malam begini disini?” ujarku lembut.

            Hye Ra P.O.V
            Aku terus melahap cheesecake yang sedari tadi belum habis habis sambil menunggu kedatangan kwangmin. Dia benar – benar bukan orang yang disiplin! Bisa – bisanya ia membiarkan ku menunggunya berjamjam. Huh!
            “Hye...Ra?? Apa yang kau lakukan malam malam begini disini?” ujar seseorang kepadaku.
            Glek.
            Aku seperti mengenal suara ini. Meskipun dibuat – buat lembut, ini bukan suara kwangmin, tapi......
            Aku mendongakkan kepalaku. Dan....
            “Young min??”
            Astaga. Jantungku berdebar seribu kali lebih cepat dari sebelumnya, kurasakan darahku mengalir lebih cepat. Aku benar – benar tidak bisa berkutik dihadapannya.
            “Kau sedang apa ditempat seperti ini??” ujarku sedikit keras. Aku benar – benar tidak percaya bertemu dengannya ditempat seperti ini. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres.
            “Aku..eng..kwangmin menyuruhku untuk pergi kesini untuk makan malam, kalau kau sedang apa disini?” jawabnya.
            “Apa tadi kau bilang?? Kwangmin menyuruhmu?? Hah! Anak itu benar – benarrr erhhhh”
            “Memangnya ada apa?”
            “Dia pun menyuruhku kesini untuk makan malam! Ternyata dia sengaja ya”
            “Ahahaha yasudah sudah terlanjur disini, kita makan malam aja dulu. Aku duduk disini ya?”
            “Aih baiklah..Kau mau pesan apa?”
            “Yang sama denganmu saja”
           
            Kwangmin P.O.V
            Aku berjalan pelan – pelan dari rumah menuju kafe taman tersebut, aku mengenakan sweater berwarna abu – abu dengan penutup kepala serta syal yang terlilit dileherku untuk menutupi hidung dan bibir ku. Semacam penyamaran lah hahaha. Dan sejujurnya aku merasa sedikit kepanasan menggunakan pakaian ini.
            Dari balik pohon besar dekat taman, aku memandangi mereka berdua yang sedang asyik berbincang sambil memotong steak nya. Sedikit sesak sih, tapi jika melihatnya bahagia, aku pun turut bahagia, semoga pertemuan mereka kali ini tidak membuat mereka canggung satu sama lain jika sedang bertemu. Ku harap.

            (Di rumah)

            Youngmin P.O.V
            Aku melemparkan jaket yang tadi kupakai dan melemparkannya diatas sofa ruang tengah kami. Ayah dan ibu masih belum pulang. Kuhempaskan tubuhku di sofa dan meraih remote tv berwarna hitam itu.
            Aku menatap kosong tv yang sedari tadi kunyalakan. Aku memikirkan kejadian makan malam tadi. Sesekali sebuah senyuman melintas di bibir ku dan tertawa kecil. Entah, aku merasa sudah seperti orang gila, ya mungkin benar benar gila, karena seorang malaikat manis bernama...Hye Ra..hahahaha.

Flashback

Hye Ra P.O.V
Dengan sedikit canggung, aku memotong daging steak yang tadi kupesan. Aku merasa seperti ada suasana yang berbeda dengan cara makan ku yang biasanya. Kali ini mungkin agak terlihat sopan dan anggun, karena…disini ada youngmin hehe.
Disaat mengunyah potongan daging yang tadi kupotong, mataku beralih pada Youngmin yang sedang memasukkan daging steaknya kedalam mulut. Bumbu steaknya berceceran disekitar bibirnya. Ia membersihkan bibirnya itu dengan ibu jadinya. Aku menatapnya sambil tercenga. Tiba – tiba aku teringat sesuatu….....
Uhuk!!!
Dengan cepat aku meraih gelas berisi air putih yang disediakan kafe tersebut.
Huah~ lega sekali.
            “Kau tidak apa-apa? Huh? Kenapa tibatiba tersedak??” ujar Youngmin dengan nada sedikit cemas sambil menatapku dengan kedua matanya yang membulat.
            “Ah..aku tidak apa apa kok” ujarku sembari memukul mukul perlahan dada yang terasa sesak.
            Aku menatapnya kembali yang sedang menunduk dan memotong daging steak miliknya. Ternyata…Youngmin…..manis juga hahaha
           

            Youngmin P.O.V
            Aku menundukkan kepalaku sambil memotong motong daging steak punyaku setelah melihat Hye Ra tersedak tadi. Entah apa yang ada difikirkannya sampai bisa tersedak begitu.
            “Ohya! Youngmin, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu” ujarnya tibatiba.
“Apa itu?”
            “Soal tadi… apa kau benar menyukaiku?” tanya nya.
            Aku terdiam sejenak. Aku menatap kedua bola matanya yang membulat seolah menginginkan sebuah jawaban dariku.
            “Ehm..menurutmu?” jawabku singkat. Aku hanya ingin mengetes saja.
            “Kalau yang tadi benar.....aku pun punya perasaan yang sama..Young min-ah”
            Glek
            Oh Tuhan apa ini mimpi?? Aku sedang dimana?? Surga kah? Mimpi kah? Sungguh jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.
            Aku terdiam menatapnya.
            “’Ya! Youngmin-ah kenapa kau diam saja??” ujarnya sedikit mengagetkan.
            “Ah..em kau bilang apa tadi?”
            “Yang tadi…benar kau menyukaiku?”
            “Iya, kenapa?”
            “Aku juga”
            “Benarkah??” ujarku sedikit tidak percaya. Aku ingin mendengar ulang perkataannya tadi hihi :D.
            “Benar, aku tidak bohong!” ujarnya sembari mengangkat jarinya-membentuk angka2. Yang maksudnya ia bersumpah.
            “Apa buktinya?” tantang ku.
            “Coba kau berdiri” ujarnya sambil menarik tanganku agar berdiri.
            Ia memegang pundakku dengan kedua tangannya dan menjinjitkan kedua kakinya. Dengan cepat ia mendekatkan wajahnya kearah wajahku sambil menyentuhkan bibirnya ke pipiku. Berlangsung sangat sangat cepat namun begitu berarti untukku.
            Dengan keadaan masih terdiam seolah tak percaya, aku menatap matanya. Ia pun menatapku. Dan tanpa berfikir lama lama, aku membalas kecupannya tadi, hanya saja ditempat yang berbeda. Tidak terlalu lama, dan tidak terlalu cepat. Tapi aku dapat merasakannya. Aku benarbenar merasakannya. Ini bisa jadi sebagai firstkiss ku mungkin, entahlah tapi aku benar benar senang hari ini hahahaha.





To Be continued



           

           



Minggu, 04 Desember 2011

yeah! i'm 14

cuma mau share kebahagiaan bahwa hari ini umur gue genap 14 taun! muehehehe. dan hari ini gue dapet kado dari 9D yang isinya dompet merah bermotif bentuk persegi panjang merek spyderbilt (kebayang gak bentuknya gimana?) hahaha-_- dan ini baru pertamakali seumur hidup gue dikasih kado sekelas '_' pokoknya gue seneeeeeeeeeeeeeeng banget dapet kado dari 9D, terutama yang udah bela belain beli kado buat gue. Thanks Dias, Widis, Ricco dan Opal . Thanks buat Alma yang udah kasih kalung gambar daun dan itu lucuuuuuuu banget . Thanks pula untuk Syifa yang udah beliin bando berbunga  I LOVE YOUUUU ALL you're the best friend i ever meet :***♥ Love ya!



Salam sabun,
Syasa

Jumat, 02 Desember 2011

2 hari menjelang ulangtahun

Pagi ini gue dateng dengan sumringah karna liat pooh dideket rel hahahah. Dateng ke kelas dengan keadaan masih normal gue pun becandaan sama temen gue, sebut aja CM. Pas selama tadarusan, gue nggak baca tuh gue malah ngobrol sama si hani. Setelah bel pelajaran dimulai dideringkan...... guru gue ternyata nggak niat masuk (padahal ada). Dan pada akhirnya gue sama syifa sama cm ngobrol betiga didepan kelas. Lumayan lama. Dan......ini dia masalahnya :
Tiba tiba Andra (cewek) itu nyeret syifa kedalem, bilang "ngapain ih deket deket dia ih udah masuk sini!". Gue heran. Gue diem. Ini ada apaan?.
Kemudian gue tatap tatapan sama cm. Hening. Akhirnya gue masuk. Pas masuk, gua diajakin keluar lagi sama syifa. Ngobrol lagi tapi cuma bentar dan tiba tiba si Andra dateng lagi dengan membawa kedua temen gue, dan gue jadi sendiri. Akhirnya gue masuk dan duduk ditempat duduk gue sambil mainin mainan yang ada dipenggaris punya Indah (gue gaktau namanya apa-_-).
Tiba-tiba seorang cowok yang namanya izzul, dia langsung nyolot "Ih anak dubel mainannya gituan ih najis!!". Gue diem. Gue bingung. Gue liat jam. Masih tanggal 3desember. Ulangtahun gue masih 2 hari lagi.
"Ini ada apaan sih? sekarang kan masih tanggal 3!" teriak gue.
"Geer lo!! lo kira kita mau ngerjain hari ultah lo?? geer!!" teriak andra.
Gue diem.
Dan banyak anak anak lainnya yang nyolotnyolot yang gue gangerti maksudnya apa. Gue nyolotin balik gue disuruh diem. Gue udah diem malah dipancing pancing. Anjirrrrrrrrrr.
~~~~~~~~~
Pas bel dibunyiin, kita mau movingclass ke kelas bahasa sunda. Gue keluar kelas liat ada fincut. Gue bilang "cuuuuut gue dikacangin sekelas cuuuuut"
Tiba-tiba izzul langsung ngedorong pundak gue. emang ini anak laknat banget-_- "Udah sana lu jangan disini!! lo gak dibutuhin di 5! lo tuh cuma sampah tau ga!!!" dan asli itu daleeeeeeeeeeeemmmmmmm banget. mana pake didorong lagi sumpah gue benci banget cowok kayak gitu teh kejam-_- dan akhirnya air mata yang gue tahan selama pelajaran pertama, akhirnyua keluar juga. gue marah marah ke izzul dan dia pergi. Gue di peluk hani "udah sya udah jangan nangis". Akhirnya gue usap air mata gue dan pergi ke kamarmandi buat cuci muka.

Pas perjalanan mau ke ruang sunda 2...
ceel, temen gue berkata "sya nanti kalo udah masuk kelas, kuatin hati lo ya sya jangan nangis". "selow aja" ujar gue dengan santai.
Sesampainya dikelas. Si syifa ini malah pindah duduk sama Andra. Oke bagian ini gue gasuka banget. Dan pada saat pelajaran basun...udah tau gue paling bego bahasa sunda, dikerjainnya disini lagi semprul-_-

Bu teti, sang guru bahasa sunda tibatiba bilang "mana yang namanya syasa? sasa?" sambil cecelingukan. Gue sempet mikir. Ini guru pasti disuruh opal.
Gue ditanya macem macem, gue udah jawab bener, dibikin salah salah ini bener durhaka sekali ini guru. Udah gitu ditambah indah nggak bisa ngejawab yang gue barusan bilang, gue sama indah disuruh kedepan. Indah nangis duluan, gue sempet nahan tuh.
Pas didepan tautau dihukum aja kan gue tambah bingung, anjir sumpah ini aneh banget. Gua dicengcengin sama anak sekelas, sakit banget hati gue gaboong. Pas gue tambah diomelin, gue langsung keluar kelas, gue lari ke kamar mandi. Gue nangis. Untungnya ketemu fincut, jadi dia langsung ngerangkul gue, dia nenangin gue dikamar mandi.

Kemudian ditengah isakan tangis gue, Andra, opal, dan izzul dateng nyamperin gue. "Anjir lo masuk ke kelas! serius serius buruan! lo mau nilai lo dikurangin?!!!"
"Gue gapeduli mau nilai gue dikurangin kek, mau panggil ortu kek, gue gak takut!!" gue bentak mereka dan gue digandeng finca ke UKS.
Sampe di UKS, banyak yang ngegerombolin gue, nontonin gue nangis-_- dan galama kemudian mereka bertiga dateng lagi.
"Lu teh masuk ke kelas bu teti udah marah marah!!! nanti nilai sekelas dikurangin!! gatau diri amat sih!!!" gue dibentak bentak. Anjir. Akhirnya gue dibujuk fincut gapapa masuk kelas aja.
Akhirnya gue dateng dengan masih nangis terisak isak di rangkulan finca.

Pas masuk kelas........
"HAPPY BIRTHDAY SYASA! HAPPY BIRTHDAY SYASA!! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY SYASA!!!!!!!!!"
gue tambah nangis.
Dan pelaku pelaku penyebab gue nangis pun nyamperin gue dan minta maaf, blablabla. Anjir sakit hati benerrrrr gue-_- termasuk bu teti juga minta maaf hahahah.

Dan hari ini tuh bener bener.... argh-___-
But, you rock dude!<3

Kamis, 27 Oktober 2011

Double twins (Part 2)

DOUBLE TWINS
PART – 2

Author           : Masyalia Hasna
Cast                : Song hye jin & song hye ra. Jo kwang min & Jo  
                          young min.
Categories: Friendship, Romance.
Type               : Chaptered




Chapter 2


Double Twins


Hye Ra P.O.V

Aku menulusuri jalan kearah taman sekolah kami. Pohon yang rindang di sisi kanan dan kiri jalan setapak ini, rumput – rumput yang hijau, bukit-bukit kecil dan udara yang sejuk. Ya, begitulah keadaan taman ini. Pada saat istirahat makan siang, aku sering membawa makanan menuju tempat ini dan memakannya dibawah pohon yang sejuk. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan!.
Disaat sedang mencari tempat yang pas untuk makan siang, pandanganku tertuju pada sesosok laki-laki yang tampaknya sedang tidur siang diatas bukit kecil itu. Kepalanya ditutupi oleh buku pelajaran. Kakinya melipat sebelah dan dasinya pun berantakan.
Aku menghampiri laki-laki tersebut. Kutatap ia lekat lekat dan duduk disampingnya. Aku menaruh kotak makanku disamping tempat aku duduk. Aku menyingkirkan buku pelajaran itu perlahan. Dan…..
“OMO!! Y..y..youngmin??” batinku dalam hati.
Kuperhatikan fisiknya dengan teliti. Sekilas ini memang youngmin, tapi… mengapa rambutnya hitam?-_-.
Saat sedang asyiknya memandang wajah lelaki itu, tiba-tiba ia mengucapkan sesuatu.
“Sudah puas melihatnya?”
Sontak aku langsung kaget dan jadi salah tingkah sendiri. Aku tak berani memandang wajahnya, apalagi matanya. Aku menundukkan kepalaku.
Tapi rasa penasaran itu terus berada dalam pikiranku. “Apa ini youngmin? Apa seseorang yang mirip youngmin? Atau youngmin mengubah warna rambutnya? Aisshhhhh” aku menggerutu sendiri dalam hati.
“Ya! Youngmin-ah, mengapa kau mengubah warna rambutmu? Itu sama sekali tidak cocok dengan kepribadianmu tau!” ujarku yang pada akhirnya aku berani untuk berbicara.
Ia menatapku sejenak dan tersenyum-sangat-sangat-manis. Aku hamper meleleh dibuatnya.
“Kenalkan, Aku kwangmin, Jo kwangmin. Aku kembarannya youngmin” ujarnya.
Glek.
Aku menelan ludah sejenak. “Yaampun jadi ini tuh kembarannya youngmin! Aku udah marah-marah tadi mana malu banget!” batinku dalam hati.
“Ya, mengapa kau diam saja? Siapa namamu?” ujar kwangmin sambil memajukan tangan kanannya.
“Ah..eng..a..aku Hye Ra, Song Hye Ra” ujarku sambil menjabat tangannya. Omo omo omo!! Tangannya lembut sekali! Appa! Eomma! Huh hah aku memegang tangannya! Saat itu aku benar-benar meleleh sepenuhnya dan serasa berada di surga.


Kwangmin P.O.V

“Ya, mengapa kau diam saja? Siapa namamu?” ujarku sambil memajukan tangan kananku.
“Ah..eng..a..aku Hye Ra, Song Hye Ra” ujarnya terbata-bata sambil menjabat tanganku.
Seketika jantungku serasa berhenti. Tangannya masih dalam genggaman tangannku. Aku merasakan darahku mengalir lebih cepat dari sebelumnya. Detak jantungku berdetak sangat cepat. Oh Tuhan aku kenapa?
“Jadi…ini hye ra yang diceritakan youngmin kemarin? Hye..ra? Ini kebetulan banget. Ini mimpi bukan sih?” Batinku dalam hati. Mataku tak bisa berpaling dari matanya. Aku terus menatapnya.
“Kau hye ra? Kau kenal youngmin?” tanyaku perlahan.
“Ya, aku hye ra. Youngmin? Aishhh si bocah bandel itu, ya pasti aku kenal, dia kan ikut klub basket juga.” Ujar hye ra sambil memainkan rumput-rumput yang ada di sekitarnya.
“Hahahaha dia memang bandel, tapi dia sebenarnya baik kok!” ujarku berusaha membela youngmin.
“Gaada sisi baiknya bagiku! Liat nih bibirku jadi luka gara-gara dia! Nih liat!” Ujar hye ra sambil menunjuk ujung bibirnya.
Aku memerhatikan bibir gadis itu.
Glek.
“Astaga astaga astaga! Aku kenapa sih!! Sadar ayo sadar!” batinku dalam hati. Jantungku berdetak makin kencang, makin kencang, dan makin kencang.
Aku berusaha menyadarkan diriku dan kembali ke posisi semula.
Tiba-tiba tangannya menyentuh dasiku, ia membenarkan dasi yang berantakan ini dan merapikan kerah bajuku.
Aku memerhatikan wajahnya lekat-lekat. Aku merasa seperti ada aura terpancar dari dirinya. Anak ini…manis.
“Ah! Andwae andwae andwae!! Sadar kwangmin sadar!! Youngmin itu kan suka sama Hye Ra! Gaboleh suka gaboleh gaboleh!.” Aku menyadarkan lamunanku.
Tapi, apa daya, mataku tak bisa berpaling dari wajahnya. Apa mungkin…Aku menyukainya? Ayolah jangan….

Hye Ra P.O.V
            Saat ku benarkan dasinya, jantungku serasa berdetak 100x lebih cepat dari biasanya. Oh Tuhan. Aku merasa bayangan dirinya sedang memerhatikanku. Selesai membenarkan dasinya, sejenak aku menatap lekat matanya. Mata kami saling bertemu. Ingin rasanya berpaling dari matanya, namun seolah mata ini tidak bisa bergerak. Aku ingin terus menatapnya seperti ini. Dua bola mata hitam yang indah bersinar itu benar – benar menatap kedua mataku.
            Seolah tersadar dari lamunannya, kwangmin mengedipkan matanya dan mengalihkan pandangannya dari mataku. Ia tertawa kecil.
            “Kau manis” ujarnya lembut.
            “Kau juga” balasku.
            Kami tersenyum malu sambil bertatap mata. Aku merasa pertemuan kali ini sungguh-sungguh bermakna. Aku ingin terus disampingnya.

            Youngmin P.O.V
            “Oh Tuhan! Apa artinya ini?” ujarku dalam hati saat melihat, kembaranku dengan Hye Ra. Hatiku serasa ditusuk ribuan jarum, sakit, sakit.. Kenapa dia harus dengan kwangmin? Bukan aku?.
            Aih apa jangan-jangan omongan kwangmin semalam benar-benar ia lakukan?
            Aku yang sedari tadi memerhatikan mereka berdua, hanya bisa merelakan hal itu berlalu begitu saja. Aku sadar bahwa mungkin kwangmin lebih cocok untuknya, yah asalkan orang yang ku suka itu bahagia, akupun turut bahagia, meskipun aku terluka, asalkan dia tidak terluka itu sudah membuatku cukup bahagia.

(Lapangan Basket)

            Youngmin P.O.V
            Aku memainkan bola basket yang sedari tadi kupegang. Aku terus melamun di pinggir lapangan sambil duduk. Kwangmin benar-benar beruntung. Dari tatapan Hye Ra pada Kwangmin saja sudah berbeda, Hye Ra pasti menyukai kwangmin!.
            “Ya! Youngmin-ah!” teriak seseorang dari kejauhan yang membangunkanku dari lamunanku.
            Aku menolehkan kepalaku.
            Ia berlari kearahku.
            “Omo! Hye Ra!” Batinku dalam hati. Wajahku seolah kembali ceria, seolah kejadian tadi itu tidak ada, aku benar benar senang.
            Semakin dekat anak perempuan itu, semakin sadar pula aku bahwa itu bukanlah Hye Ra. Ya, rambutnya pendek, ini sih bukan Hye Ra, ini Hye Jin!-_-
            Ada apa?” Tanya ku dengan nada yang lemas.
            “Youngmin-ah, temani aku mencari Hye Ra yuk!” ajaknya sambil menyodorkan tangannya untuk menggandeng tanganku.
            “Aku sedang tidak mood, kau cari saja sendiri, dia ada di taman tadi” ujarku dengan malasnya.
            “Ayolaaaah Bantu aku!” Ujarnya sedikit memanja, sambil menarik tanganku.
            Aku terpaksa mengikutinya, aku sedikit risih dengan anak ini. Ia benar-benar berbeda dengan Hye Ra, kembarannya. Dan pula… tangannya ini benar – benar tidak ingin dilepaskan dari tanganku!.
            “Hye jin-ah, lepaskan tanganmu” ujarku.
            “Sirheo! Sampai aku menemukan Hye Ra!” ujarnya dengan muka manja. Oh Tuhan anak ini benar benar…aishhhhh
            Aku menulusuri taman ini lagi, berharap semoga kwangmin sudah tidak bersama Hye Ra lagi.
            Disaat tikungan taman, aku berpapasan dengan seseorang yang aku kenal. Aku sontak kaget dan aku merasakan sakitnya dadaku saat melihat sosok ini. Kwangmin dan Hye Ra.
            Aku speechless melihat mereka berdua, seolah tak percaya dengan posisi kwangmin yang sedang memegang bahu Hye Ra sambil bercanda.  Aku ingin sekali manghantamnya saat itu, namun, aku takut kalau perasaanku pada Hye Ra terbongkar. Aku benar – benar tidak bisa berkata apapun.

            Kwangmin P.O.V
            Aku menelusuri taman ini bersama Hye Ra, aku ingin mengantarnya ke lapangan basket, karena ia bilang kalau hari ini ada latihan.
            Disaat taman sedang sepi dan jalanan sedang sepi, aku merangkul pundaknya dan memberi tebak-tebakan kepadanya. Alhasil kamipun tertawa puas sambil saling merangkul. Ya, Hye Ra membalas rangkulanku, ia memegang pinggangku dan kamipun jalan sambil tertawa – tawa.
            Disaat tikungan taman, aku bertemu youngmin. Tawa ku dan Hye Ra terhenti seketika melihat sosok yang kami lihat. Youngmin seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat. Youngmin memandang tangan Hye Ra yang terkait di pinggangku. Karena melihatnya speechless, aku pun melepas rangkulan ku dari Hye Ra. Aku memerhatikan gadis yang dibawanya. Ia berjalan dengan Hye jin, kembaran Hye Ra. Dan….tangan mereka saling bergandengan. Seolah merasa kalau youngmin telah menghianati perkataannya semalam bahwa ia menyukai Hye Ra, aku langsung bicara lantang depan abang kembarku ini.
            “ Ya! Kau! Kau bilang kau menyukai Hye Ra! Mengapa kau berjalan dengan wanita lain??” ujarku lantang.
            Hye Ra sontak kaget dan menatapku, lalu menatap youngmin yang sedang menunduk.

Hye Ra P.O.V
“ Ya! Kau! Kau bilang kau menyukai Hye Ra! Mengapa kau berjalan dengan wanita lain??” ujar kwangmin lantang.
Mwo?? Y..y…youngmin suka aku??.
Aku menatap youngmin yang sedang menundukkan kepalanya karena dilihat olehku. Aku benar – benar tak percaya, youngmin!
Aku berjalan mendekat kearah youngmin. Kuajukan pertanyaan yang sedari tadi menjanggal di lidah.
“Ya, youngmin-ah. Apa itu benar? Benar kau menyukaiku? Ujarku perlahan.
“….” Ia terus terdiam seperti ada sesuatu yang disembunyikannya.
“Ya~ Youngmin-ah ayo jawab, benarkah kau menyukaiku?” tanyaku lagi, tapi dengan nada yang lebih pelan.
Youngmin yang seolah tidak mau menjawab, ia langsung pergi dari hadapanku sambil membawa Hye Ra, ia samasekali tak menjawab pertanyaanku.
Kata – kata itu terus terngiang dalam pikiranku. Ya youngmin-ah, benarkah kau menyukaiku? Jika itu benar, aku..….

To be continued